10 May

BANK BPRS BHAKTI SUMEKAR RAIH PERINGKAT DUA NASIONAL

By 
(0 votes)


B
ank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar Sumenep kembali mendulang prestasi gemilang dengan menduduki peringkat dua nasional The Best Sharia Finance Institutions 2013 dalam hal kinerja kuangan selama 2012, BPRS Bhakti Sumekar menjukkan keunggulannya bersaing dengan 158 BPRS lain se-Indonesia.

Dalam penilaiannya, BPRS terbaik dibagi dalam lima kategori. BPRS yang beraset Rp 50 miliar ke atas, BPRS beraset Rp 25 miliar sampai dengan di bawah Rp 50 miliar, BPRS beraset Rp 10 miliar sampai dengan di bawah Rp 25 miliar, BPRS beraset Rp 10 miliar sampai dengan di atas Rp 25 miliar, dan BPRS beraset di bawah Rp 10 miliar.

Dari 158 BPRS di Indonesia yang baraset di atas 50 miliar dengan kategori kinerja sangat bagus hanya 10 bank. Termasuk di dalamnya BPRS Bhakti Sumekar Sumenep yang menempati urutan kedua nasional. Prestasi tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Pada tahun sebelumnya BPRS Bhakti Sumekar berada di urutan keempat untuk kategori bank yang mampu menjaga kinerja keuangan dengan sangat bagus di nusantara.

Prestasi dengan nilai sangat bagus versi InfoBank diraih BPRS Bhakti Sumekar Sumenep per Desember 2011-2012 dengan rating institusi keuangan syariah yang terus meningkat tajam menjadi 92,74 persen. Padahal, jika dibandingkan dengan rating sebelumnya, BPRS pimpinan Novi Sujatmiko itu hanya mengantongi skor 83,62 persen. Peningkatan itu dibuktikan dengan kinerja BPRS di sepanjang tahun 2012 dengan membukukan kenaikan laba sebesar 14,59 persen menjadi Rp 9,75 miliar.

Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar Novi Sujatmiko mengatakan, perolehan laba tersebut didorong oleh penyaluran pembiayaan yang kini tumbuh sebesar 27,92 persen atau Rp 184,23 miliar. Dana pihak ketiga (DPK), sambung Novi, juga meningkat dari Rp 36,16 miliar pada 2011 menjadi Rp 61,57 miliar pada penghujung 2012.

”Tidak hanya itu, per Oktober 2013, aset kami meningkat menjadi Rp 314,2 miliar. Peningkatan prestasiitu diraih karena strategi pengembangan jaringan ke seluruh kecamatan berjalan lancar. Saat ini, sudah 11 kecamatan termasuk di kepulauan seperti Sapeken dan di  Kabupaten Pamekasan sudah dibuka cabang dan kantor kas,” urainya.

Dijelaskan, pengembangan BPRS tidak hanya fokus di semua kecamatan di Kabupaten Sumenep. BPRS ini juga melebarkan sayapnya ke kabupaten lain di Madura, seperti Sampang dan Bangkalan. ”Dalam waktu dekat Kecamatan Masalembu akan buka cabang juga,” imbuhnya.

Dijelaskan, penilaian kinerja keuangan pada BPRS dilihat dari beberapa aspek, seperti aset, permodalan, kualitas aktiva produktif, rentabilitas, likuiditas, dan efisiensi. Dari aset dan permodalan BPRS Bhakti Sumekar Sumenep juga mengalami peningkatan. Yaitu, pada 2011 modal masih sebesar Rp 68,64 miliar, pada akhir 2012 modalnya bertambah menjadi Rp 79,68 miliar. Aset kemudian naik lagi 30,73 persen dengan jumlah total modal menjadi Rp 228,09 miliar.

”Semua pencapaian ini berkat kerja sama dan dukungan semua pihak, termasuk stakeholder di Sumenep. Kami tidak hanya mempertahankan kinerja, tapi kami akan tingkatkan terus. Misalnya, kalau tahun lalu kami peringkat ke-4, tahun ini sudah peringkat ke-2 alhamdulillah,” ucapnya seraya bersyukur. 

sumber : radar madura

Read 2405 times Last modified on Tuesday, 08 September 2015 09:06

Twitter

Hubungi Kami

BBS mobile

Untuk Kemudahan nasabah menggunakan layanan kami, kini BPRS Bhakti Sumekar hadir di smartphone android, unduh gratis di Google Playstore

BPRS Bhakti Sumekar